Wednesday, April 11, 2012

Demokrasi : Masalah atau Solusi Bagi Indonesia Sebagai Negara Berkembang?

0 comments
REVIEW DISKUSI SOSIAL POLITIK PMK FISIP UNPAD KETIGA
“Demokrasi : Masalah atau Solusi Bagi Indonesia Sebagai Negara Berkembang?”

Hari/Tanggal   : Senin, 26 Maret 2012
Waktu             : !6.30
Tempat            : Kampus Fisip Unpad Jatinagor
Jumlah hadir    :
WL                  : Roslia Simatupang KS 2009 dan Raja Haposan Pasaribu AN 2010
Gitaris             : Dion AN 2010 dan Nando IP 2009
Tamtamer        : Iman KS 2010
Usher               : Yenglis AN 2011 dan Agnesal ADBIS 2011
Doa Syafaat    : Sandi IP 2009

            Konsep Demokrasi pada dasarnya tidak mempunyai hubungan langsung dengan kesejahteraan. Belum ada literatur yang secara jelas mampu menunjukkan hubungan antara keduanya. Namun, pada prinsipnya demokrasi juga bisa diarahkan pada kesejahteraan dengan kata lain tidak hanya menekankan pada bagaimana prosedural demokrasi melainkan mengukuhkannya pada substansi dari demokrasi itu sendiri. Yakni dengan dasar perubahan praktik kekuasaan. Dimana sumber-sumber daya yang ada dikuasai oleh negara dengan argumen keterwakilan yang nantinya akan didistribusikan secara merata.
            Demokrasi bila dipandang sebagai proses pencapaian kesejahteraan tentunya tidak lagi terpaku pada keberadaan parpol dan adanya pemilu saja, melainkan bagaimana masyarakat diberikan peranan yang besar dan bagaimana sumber daya itu terdistribusikan kepada masyarakat. Di beberapa negara, demokrasi justru dipandang dan diartikan secara unik dan khas. Di India misalnya, demokrasi muncul ditandai dengan proses reformasi agraria (landreform) atau mendistribusikan tanah-tanah secara merata kepada masyarakat. Hal inilah yang menstimulus munculnya kelompok menengah baru. Di Porto Alegre, Brazil masyarkatnya diajak untuk merencanakan pembangunan sendiri yang sesuai kebutuhan. Yakni dengan mengadakan musyawarah sebagai akses publik untuk memberikan masukan apa saja yang saat ini sedang dibutuhkan oleh tiap daerah. Hasil jajak aspirasi inilah yang nantinya dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini merupakan proses demokrasi yang mereka maknai dan artikan sendiri. Faktanya kesejahteraan lebih terasa oleh semua kalangan masyarakat. Begitu juga dengan Venezuela yang dengan koperasinya mereka telah menaikkan posisi tawar para petani dalam menjual hasil buminya.
            Sehingga sampai pada kesimpulan bahwa mengapa demokrasi terkadang justru tidak cocok dan cenderung bergesekan dengan persoalan kesejahteraan, Ibu Carol mengajak kita melihat pada sisi substantif yang mengarah pada kekhasan demokrasi yang ingin kita terapkan. Dan seharusnya sesuai dengan ciri dan kekhasannya Indonesia. Tidak serta-merta mencontoh secara utuh tanpa memperhatikan nilai-nilai hidup di masyarakat kita. Kita diajak untuk membuat sebuah konsep Demokrasi ala Indonesia.
            Ada banyak alternatif sistem yang bisa dipakai untuk mencapai sebuah konsep kesejahteraan, namun harus disadari bahwa hanya Demokrasi lah yang memungkinkan kita untuk mengontrol praktek kekuasaan. Lantas, jangan terburu-buru untuk berpaling ke sistem lain, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan sebuah sistem yang lebih baik yang lebih sulit disalahgunakan.
              Dan, terakhir sebagai pesan untuk kita para mahasiswa atau kaum intelektual, Ibu Carol mengajak untuk :
        Berpikir bebas
        Memperluas kapasitas diskursif untuk memunculkan gagasan-gagasan alternatif tentang demokrasi yang membumi
        Jangan terjebak oleh gagasan-gagasan yang dianggap mapan 
        Berbagi gagasan, berbagi pembelajaran
        Bangun jejaring epistemik komunitas yang sepaham untuk memperkuat gagasan dan mengoperasionalkan gagasan

Salam hangat, semoga bermanfaat. Tuhan memberkati kita semua.

teman-teman review ini ada juga dalam bentuk SlideShow, so, check this out!
selamat Membaca......
Demokrasi_PMKFISIP

0 comments:

Post a Comment